Tuesday, September 11, 2012

Penderita Diabetes Gestasional (Diabetes Pada Masa Kehamilan) Cenderung Lahirkan Bayi Gemuk

Diabetes pada kehamilan memiliki potensi untuk melahirkan bayi yang lebih gemuk dari biasanya. Anak-anak yang terlahor dari ibu yang mengidap diabetes gestasional juga cenderung akan memiliki berat badan yang lebih besar dan lebih gemuk dibandingkan dengan teman seumuran mereka. Hal ini diungkapkan oleh Dr Teresa A. Hiller dalam penelitiannya baru-baru ini. Dia meneliti pada hampir 10.000 subyek pasangan ibu dan anak yang tercatat menderita diabetes gestasional. Penelitian ini mengambil sampel di Kaiser Permanente Hawai selama kurun waktu 1995 sampai tahun 2000.


Anak-anak dari ibu yang menderita diabetes gestasional atau diabetes pada masa kehamilan diikuti sampai umur 5 sampai 7 tahun dan diukur berat badannya dibandingkan dengan berat badan rata-rata teman sebayanya. Kemudian data ini dicocokkan dengan kadar gula darah ibu mereka saat diperiksa pada saat kehamilan. Hasil penelitian Dr Teresa A Hiller ini telah diterbitkan pada jurnal medis Diabetes Care.

Jadi secara khusus disimpulkan bahwa seorang anak yang dilahirkan oleh seorang ibu yang saat hamil memiliki kadar gula darah berlebihan memiliki risiko 28% lebih besar untuk menjadi gemuk. Jadi perbedaannya cukup besar dibandingkan mereka yang lahir dari ibu yang dengan kadar gula darah saat kehamilan yang normal. 

Menurut tim Hillier, kecenderungan itu tetap tinggi walaupun penelitian telah selesai, dimana terjadi peningkatan berat tubuh ibu, usia ibu, jumlah kehamilan, etnik, dan berat tubuh bayi saat dilahirkan. Namun, analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa resiko kegemukan tak meningkat tajam di kalangan anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang menjalani perawatan diabetes saat hamil.

“Hasil kami menunjukkan bahwa ‘jejak motabolis’ anak untuk mengalami kegemukan pada masa depan terlihat dengan satu, atau lebih, kondisi tidak normal dalam pemeriksaan toleransi gula darah,” demikian kesimpulan Hillier dan rekannya. “Resiko tersebut dapat berubah dengan memberikan terapi saat didiagnose mengalami diabetes saat hamil.” Jadi bagi para ibu-ibu yang sedang hamil sebaiknya kita memeriksakan diri khususnya pemeriksaan kadar gula darah agar bisa kita kurangi risiko melahirkan bayi yang berpotensi menjadi obesitas. Pemberian pengobatan dini pada kasus diabetes pada kehamilan atau diabetes gestasional terbukti menurunkan angka melahirkan bayi dengan berat badan berlebihan.

Sunday, September 9, 2012

Tipe Diabetes: Mengenal Diabetes Gestasional atau Diabetes Pada Kehamilan

Diabetes Gestasional atau diabetes pada kehamilan mungkin belum banyak orang yang mengetahuinya. Selama ini kita haya mengetahui 2 tipe diabetes yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Ternyata ada tipe diabetes ketiga yang lebih sering diberi nama diabetes gestasional. Diabetes gestasional merupakan diabetes yang diabetes yang diderita oleh seseorang selama masa kehamilan. Setelah melahirkan diabetes biasanya akan menghilang atau tetap bertahan. Diabetes ini bisa ditunjukkan dengan adanya gejala umum diabetes dan kadar glukosa yang tinggi dalam darah selama masa kehamilan. Berdasarkan penelitian,diabetes gestasional hanya menyerang sekitar 4% dari para wanita hamil di seluruh dunia. Diabetes pada kehamilan perlu kita waspadai karena salain berpengaruh pada sang ibu, juga akan mempengaruhi perkembangan janin dalam kandungan.

Penyebab Diabetes Gestasional

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari diabetes pada kehamilan ini. Para peneliti belum tahu persis mengapa beberapa wanita mengalami diabetes gestasional. Untuk memahami bagaimana diabetes gestasional terjadi, Anda perlu memahami bagaimana kehamilan mempengaruhi kadar glukosa dalam tubuh Anda.

Salah satu faktor yang diyakini sebagai pemicu diabetes gestasional adalah adanya hormon yang dilepaskan oleh plasenta untuk pertumbuhan janin. Hormon tersebut diduga menghalangi kerja dari insulin di dalam sel-sel tubuh wanita hamil. Hal ini menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Artinya, sel-sel dalam tubuh wanita hamil mengalami kesulitan untuk menggunakan insulin sehingga kadar gula dalam darah akan meningkat dan mempengaruhi produksi dari energi di dalam tubuh. Jadi proses tersebut bisa menyebabkan diabetes gestasional, disamping faktor lain yang belum kita ketahui.

Gejala Diabetes Pada Kehamilan

Gejala diabetes gestasional hampir mirip dengan gejala diabetes pada umumnya, yang membedakan hanya faktor kehamilan itu sendiri. Dalam kebanyakan kasus, diabetes gestational umumnya tidak menimbulkan gejala khas sehingga gejala yang muncul seringkali diabaikan.Tapi ada beberapa gejala yang mungkin bisa diperhatikan meliputi:
  • Banyak kencing (poliuria).
  • Banyak minum (polidipsia).
  • Banyak makan (polifagia).
  • Keluhan yang sering dihubungkan dengan  diabetes: sering bisulan, gatal-gatal di kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk, dan kesemutan.
Jika beberapa gejala di atas dialami, penting untuk melakukan pemeriksaan dan tes darah secara rutin selama kehamilan. Tes darah yang dilakukan bisa membantu mendeteksi diabetes gestasional dan membantu Anda menghindari komplikasi yang diakibatkannya baik bagi Anda maupun janin Anda. Periksakanlah diri anda ke dokter jika anda mengalami gejala-gejala seperti diatas, dengan hanya melakukan tes darah sederhana anda dapat mendiagnosis diabetes sehingga pengobatan diabetes dapat dilakukan sedini mungkin.

Mengobati Diabetes Gestasional

Mengobati diabetes merupakan suatu tantangan. Selama ini diabetes diterapi secara bertahap, mulai dari mengubah pola hidup dan latihan fisik sampai menggunakan obat oral dan insulin. Ibu hamil dapat mengontrol diabetes gestasional dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga atau jika perlu, menggunakan obat. Merawat diri Anda selama proses kehamilan dapat menjadi awal yang sehat untuk bayi Anda. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan bagi Anda, penderita diabetes gestasional.
  1. Konsumsi Makanan Berserat
    Lebih banyak mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan segar dan sayur-sayuran yang mengandung banyak serat diimbangi dengan asupan air putih yang cukup. Batasi makanan yang berlemak dan biasakan untuk makan dalam porsi yang tidak terlalu besar.
  2. Berolahraga
    Olahraga secara rutin dapat membantu tubuh membakar lebih banyak glukosa tanpa tambahan insulin.
  3. Kontrol Berat Badan
    Resiko diabetes gestasional akan meningkat jika berat badan 20% lebih besar dari berat badan ideal. Para ilmuwan dari National Institutes of Health and Harvard University menemukan bahwa wanita yang sebelum hamil mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan lemak hewani dan kolesterol memiliki resiko lebih tinggi terhadap diabetes gestasional dibandingkan dengan wanita hamil yang sebelumnya melakukan diet rendah lemak hewani dan kolesterol.
  4. Pemeriksaan
    Screening dilakukan pada usia kehamilan antara minggu ke-24 dan ke-28.
Pada diabetes pada kehamilan, gula darah akan kembali normal segera setelah melahirkan. Namun, patut diingat bahwa jika Anda telah menderita diabetes gestasional, Anda beresiko memiliki diabetes tipe 2 di masa mendatang sehingga ada baiknya untuk memonitor dan mengelola kadar gula darah Anda secara berkala. Diabetes Gestasional memang mengkhawatirkan dan perlu ditanggapi dengan serius, tetapi bersama dengan dokter Anda dan ahli diet, Anda dapat mengontrol gula darah Anda dan memiliki kehamilan yang sehat. Tipe diabetes gestasional perlu penanganan yang multidisiplin, biasanya dokter anda akan menyarankan untuk juga memeriksakan diri ke ahli endokrin, nutrisionist dan tentu saja dokter kandungan anda. Kenali tipe diabetes gestasional terutama bagi anda yang sedang hamil.

Saturday, September 8, 2012

Sembilan Gejala Diabetes Yang Harus Anda Ketahui

Gejala Diabetes dan ciri-ciri diabetes - Diabetes merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia. Menurut data sekitar 17 juta orang Amerika menderita diabetes, yang kira-kira enam persen dari populasinya. Orang-orang yang paling berisiko diabetes tipe 2 adalah orang-orang Afrika-Amerika, Hispanik, penduduk asli Amerika Amerika dan Asia. Sedangkan data mengenai jumlah penderita di Indonesia tidak diketahui secara pasti karena kurangnya dokumentasi selama ini. Lebih mengejutkan lagi, setidaknya sepertiga dari penderita diabetes bahkan tidak tahu bahwa mereka menderita diabetes. Anda, saya, atau siapa saja bisa terkena diabetes maka dari itu kita harus sedini mungkin mengetahui gejala diabetes dan ciri-ciri diabetes agar kita bisa mengobati diabetes seawal mungkin. Apa tanda-tanda diabetes yang harus anda ketahui?


1. Sering haus 

Sering haus merupakan salah satu gejala diabetes yang paling gampang diketahui. Anda harus waspada kalau merasa sering haus, mungkin anda menderita diabetes tipe 2. Haus pada penderita diabetes biasanya bersifat kontinyu atau terus menerus.
 
Sebenarnya ada dua jenis utama diabetes yang menimbulkan gejala haus ini. Yang pertama adalah diabetes insipidus, dimana pada jenis ini haus berlebihan diakibatkan oleh penurunan hormon yang mengontrol ekskresi air dalam tubuh kita. Hal ini memaksa ginjal untuk mengeluarkan air dalam jumlah banyak sehingga anda mengalami dehidrasi. Inilah sebabnya mengapa Anda merasa perlu untuk minum lebih banyak untuk mengkompensasinya. Rasa haus yang berlebihan juga terjadi jika kadar gula di dalam darah berlebihan, seperti yang terjadi pada jenis diabetes kedua , yaitu diabetes melitus. Pada diabetes melitus, kelebihan glukosa dalam darah menyebabkan air di dalam sel ditarik keluar oleh tekanan onkotik darah yang lebih pekat oleh glukosa tersebut. Akibat penarikan air di dalam sel ini mengakibatkan tubuh mengalami dehidrasi. Untuk mengatasi hal ini, Anda minum lebih banyak cairan, yang lagi-lagi mengarah ke sering buang air kecil. Pada kasus diabetes melitus,  anda akan sering  bangun pada malam hari karena anda merasa haus.


2. Sering buang air kecil 

Sering buang air kecil merupakan gejala diabetes lainnya. Kebanyakan orang hanya perlu kencing beberapa kali saja setiap harinya, tetapi pada penderita diabetes akan buang air kecil jauh lebih sering dari biasanya. Hal ini terjadi karena kelebihan gula dalam darah menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Keadaan ini akan mendorong Anda untuk minum lebih banyak cairan, itulah sebabnya mengapa anda lebih sering kencing. Keadaan ini merupakan salah satu ciri-ciri diabetes tipe 2.

3. Mulut kering dan Gangguan Kesehatan Mulut

Mulut kering menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan saat kita membicarakan gejala-gejala diabetes. Kadar gula darah yang berlebihan di dalam darah akibat diabetes akan mempengaruhi kesehatan mulut kita. Keluhan yang paling umum dapat berupa sariawan, penyakit gusi, gigi berlubang, mulut kering, dan bahkan hilangnya gigi, meskipun yang terakhir ini cukup jarang terjadi. Ironisnya, ini dapat membuat diabetes anda lebih sulit untuk dikontrol. Seperti misalnya, infeksi pada mulut membuat kadar gula meningkat tajam, sehingga lebih banyak insulin yang diperlukan untuk mengatasinya. 
  
Diabetes juga mengurangi kemampuan kita untuk merasakan rasa manis, sehingga kita merasa perlu untuk menambahkan pemanis untuk makanan kita. Hal ini membuat kadar gula darah semakin meningkat, serta memiliki efek negatif pada kesehatan mulut kita. Jadi kita harus paham dan waspada tentang bagaimana diabetes dapat mempengaruhi kesehatan mulut kita, sehingga kita dapat mencegah dan mengobati komplikasinya. Mulut kering adalah salah satu gejala diabetes tipe 1.

4. Penglihatan kabur 

Penglihatan kabur dapat menjadi salah satu ciri-ciri tipe 1 diabetes. Mata kabur merupakan gejala awal dari komplikasi gangguan mata pada diabetes. Kelebihan gula dalam darah menyebabkan lensa mata berubah menjadi lebih kaku dan kurang fleksibel. Sehingga mata menjadi sulit untuk memfokuskan objek saat melihat sehingga menyebabkan penglihatan kita menjadi kabur. Masalah mata lainnya yang berhubungan dengan diabetes termasuk penglihatan ganda, penglihatan berawan dan kesan ada bayangan mengambang di depan mata. Penglihatan ganda terjadi ketika saraf yang mengendalikan mata Anda mengalami kerusakan. Penglihatan berawan biasanya terjadi sebagai akibat dari katarak, atau akibat retina menjadi bengkak.



5. Luka Yang Sulit Sembuh

 Luka yang lambat untuk menyembuhkan dapat mengindikasikan diabetes tipe 2. Menderita diabetes berarti  tubuh kita menjadi  kurang efektif dalam mengatasi infeksi.

6. Gatal-gatal di sekitar vagina 

Gatal dan rasa terbakar di daerah vagina bisa menjadi salah satu gejala diabetes tipe 2. Kulit di sekitar vagina dapat berubah merah dan terasa perih. Keadaan ini dapat menunjukkan terjadinya suatu infeksi jamur  pada vagina. Infeksi jamur yang lebih sering (dalam vagina) dapat menjadi tanda lain diabetes. Jamur yang merupakan bagian dari flora normal di vagina mendapat makanan dari gula darah. 

Bila anda menderita diabetes, kadar gula darah menjadi lebih tinggi yang berarti bahwa jamur mendapat makanan yang lebih banyak, sehingga dapat berkembang biak lebih cepat. Gula darah tinggi juga menurunkan kemampuan tubuh Anda untuk melawan infeksi, dan jumlah bakteri "baik" di vagina berkurang, sehingga ramur dengan mudah dapatmelawan flora normal tersebut . Infeksi jamur merupakan indikasi bahwa diabetes  anda tidak terkontrol dengan baik. Gejalanya berupa keputihan, atau terdapat lapisan putih di sekitar vagina (seperti keju)  yang biasanya disertai dengan rasa gatal, terbakar atau nyeri di dalam dan sekitar vagina. Keputihan juga cenderung berbau tidak sedap.

7. Tangan dan kaki terasa kaku dan kesemutan

 Kesemutan di tangan dan kaki adalah tanda lain diabetes, yang dapat menunjukkan suatu diabetes tipe 2. Ketika kadar gula darah meningkat maka akan mulai terjadi gangguan pada saraf dan pembuluh darah kecil. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah, tetapi yang paling umum adalah rasa kesemutan atau mati rasa  di tangan dan kaki. Gejala lain yang mungkin dapat terjadi, meliputi sensasi terbakar di kaki, tangan, atau keduanya.

8. Kulit pada ketiak, leher dan pangkal paha tiba-tiba menjadi lebih gelap

Jika kulit pada dan sekitar leher, ketiak atau pangkal paha menjadi gelap, itu bisa menjadi tanda diabetes tipe 2. Tanda seperti ini jarang terjadi, hanya terjadi pada satu dari setiap 300 orang dengan diabetes. Hal ini tidak terbatas terjadi pada leher, ketiak atau pangkal paha saja, tetapi dapat muncul di mana saja pada tubuh kita. Gejala ini dapat terjadi pada orang-orang yang kelebihan berat badan.  Belum ada obat yang efektif untuk mengatasi kondisi tersebut, tetapi jika obesitas merupakan faktor penentu, menurunkan berat badan dapat membantu meringankan gejala ini.
 
9. Peningkatan atau penurunan berat badan secara tiba tiba 

Keadaan ini merupakan salah satu ciri-ciri diabetes tipe 1. Tubuh Anda mencoba untuk mengimbangi cairan yang hilang dengan mendorong anda untuk makan lebih banyak, itulah sebabnya mengapa berat badan bertambah pada penderita diabetes. Di sisi lain, Anda juga dapat kehilangan berat badan secara drastis walaupun jumlah makanan anda tidak berubah. Hal ini terjadi karena jaringan otot Anda tidak menerima cukup glukosa, sehingga pertumbuhan masa otot terganggu. Jika Anda menderita diabetes tipe 1, maka otot mendapatkan glukosa dalam jumlah yang sangat sedikit.

Gejala-gejala diatas merupakan gejala yang umum pada diabetes, walaupun demikian banyak dari gejala  tersebut juga merupakan gejala dari masalah kesehatan lainnya, sehingga sangat penting untuk melakukan tes untuk menyingkirkan kondisi lain. Tes glukosa darah akan mengukur jumlah glukosa dalam darah Anda. Hal ini dapat dilakukan dengan suatu alat khusus dengan hanya menusuk jari anda. Jika Anda penderita diabetes, dokter akan menyarankan pengobatan yang diperlukan, tergantung pada apakah Anda adalah tipe 1 atau tipe 2 diabetes. Waspadai gejala diabetes dan ciri-ciri diabetes diatas sehingga kita bisa mengetahuinya lebih awal sehingga pengobatan menjadi lebih baik.

Pertimbangkan Undur-undur Sebagai Terapi diebetes Melitus

 Apakah anda pernah mendengar bahwa undur-undur dapat dipakai sebagai alternatif terapi diabetes melitus? ternyata undur-undur binatang kecil menjijikkan dan sering bikin mata sakit saat berkendara ini memiliki khasiat yang bisa kita manfaatkan sebagai terapi diebetes melitus. Binatang yang mempunyai nama latin  Myrmeleon Sp ini memiliki khasiat untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Tentu ini merupakan kabar baik bagi penderita diabetes melitus, dengan bahan yang relatif gampang diperoleh kita bisa mengontrol kadar gula darah kita. 

Undur-undur merupakan binatang yang mengandung zat sulfonylurea yang mampu melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi hormon insulin. Hal tersebut diungkapkan oleh penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan judul “Kajian Potensi Undur-undur Darat” pada tahun 2006 silam. Seperti kita tahu bahwa sulfonylurea itu merupakan salah satu obat untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes melitus.

Ternyata potensi undur-undur dalam mengobatai diabetes melitus ini tidak hanya merupakan penelitian kemarin sore. Menurut beberapa sumber, ternyata undur-undur ini telah dikenal di kalangan masyarakat Tiongkok untuk mengobati penyakit diabetes. Biasanya, Undur-undur tersebut dimasukkan ke dalam kapsul atau dicampurkan dengan bahan herbal lain kemudian ditelan. Ternyata masyarakat Tiongkok kuno pun memakainya sebagai pengobatan diabetes.

Di-gu-niu atau Undur-undur dalam istilah bahasa Tiongkok memang telah digunakan sebagai obat diabetes di Tiongkok dan ternyata manjur. Meskipun begitu, belum ada penelitian dan pemakaian secara klinis. Penggunaan Undur-undur untuk mengobati penyakit diabetes, dalam terminologi orang awam, hanya merupakan “pengobatan dukun” yang telah turun-temurun sejak dulu dan terbukti mujarab. Meski begitu, ternyata dalam perkembangannya telah ada praktisi kesehatan yang juga sering membuatkan resep Undur-undur untuk mengatasi gangguan gangren akibat kadar gula darah tinggi. Meskipun demikian, tidak ada salahnya kita mempertimbangkan undur-undur ini sebagai salah satu alternatif kita untuk terapi diabetes melitus

Dalam teori kesehatan, Undur-undur memang berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah. Undur-undur mirip dengan cacing tanah dan lintah yang dapat menembus atau menghancurkan gumpalan-gumpalan pada pembuluh darah. Para praktisi kesehatan meyakini bahwa Undur-undur ini bisa membuat regenerasi sel menjadi lebih baik.

Kandungan sulfonylurea yang terdapat di dalam Undur-undur ini ialah zat yang sama dengan sulfonylurea yang sudah biasa digunakan untuk pembuatan obat-obat diabetes melitus. Kandungan sulfonylurea dalam undur-undur ternyata memiliki kinerja yang sama dengan obat diabetes melitus buatan yang kini banyak beredar. Sulfonylurea dalam bentuk antidiabetik oral hanya cocok digunakan untuk mengobati diabetes melitus tipe 2 karena cara kerjanya memperbaiki pankreas dalam mensekresikan insulin. 

Penyebab Diabetes Melitus

Pada penderita diabetes mellitus tipe 2 ini terdapat tiga kondisi abnormal yang bisa sebagai penyebab diabetes.  Pertama, keadaan resisten terhadap insulin dan hiperinsulinemia yang disebabkan penggunaan insulin perifer yang kurang sempurna. Turunan dari sulfonylurea bisa merangsang pengeluaran insulin pankreatik, menurunkan pemasukan insulin endogen ke hati, dan juga bisa menekan pengeluaran secara langsung insulin endogen ke hati dan menekan glukagon secara langsung.

Kedua, relatif terjadi kekurangan insulin dimana sekresi insulin tidak dapat mencukupi karena adanya metabolisme yang meningkat. Misalnya saja pada pasien yang kelebihan berat badan atau obesitas. Ketiga, mutlak kekurangan insuin karena sekresi hormon insulin berkurang disebabkan oleh adanya kerusakan sel-sel beta pankreas.

Cara Memanfaatkan Undur-undur sebagai Terapi Diabetes

Agar tujuan kita menjadikan undur-undur sebagai terapi diabetes melitus tercapai maka kita harus memastikan bahwa undur-undur tersebut masih dalam keadaan hidup. Undur-undur yang sudah mati mengakibatkan khasiatnya jauh sangat berkurang. Undur-undur ini kalau sudah dimasukkan ke dalam kapsul akan bisa bertahan selama 4 jam.

Undur-undur ibarat anugerah alam yang diberikan kepada manusia karena ternyata memiliki khasiat  untuk terapi diabetes melitus. Jadi tidak ada salahnya mencoba undur-undur sebagai salah satu alternatif terapi diabetes melitus.

kayu manis penurun kadar gula darah

Diet diabetes - Mungkin kita tanpa sadar melewatkan sesuatu yang cukup penting di dapur kita yang ternyata bisa kita pakai untuk mengontrol diabetes. Ya, salah satu bahan bumbu masakan yang bernama kayu manis ternyata bisa kita manfaatkan sebagai pengontrol kadar gula darah dalam tubuh kita, Memang terdapat banyak perdebatan mengenai keefektifan efek kayu manis terhada kadar gula darah ini, tetapi beberapa penelitian yang lain mengatakan bahwa kayu manis baik untuk diabetes. Memang banyak peneliti mendukung pernyataan bahwa kayu manis baik dalam mengontrol diabetes, namun beberapa peneliti lain juga ada yang menyangkalnya. Apa salahnya mencoba memasukkan kayu manis dalam diet plan kita, dengan bahan yang murah meriah dan gampang didapat mudah-mudahan efektif mengontrol gula darah bagi penderita diabetes.

Beberapa peneliti mengungkapkan bahwa kayu manis selain dapat menurunkan kadar gula darah ternyata juga efektif dalam mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh kita. Waahh, semakin banyak aja manfaatnya si bumbu masakan ini. 

Salah satu penelitian menarik mengenai efektifitas kayu manis terhadap diabetes yaitu penelitian yang dilakukan oleh  Richard Anderson dan koleganya. Dr. Richard Anderson dan koleganyamenguji efek kayu manis terhadap kadar gula darah, total kolesterol, trigliserida, HDL kolesterol, dan LDL kolesterol. Penelitian ini melibatkan 60 orang penderita diabetes tipe 2 yang terdiri dari 30 pria dan 30 wanita berusia rata-rata 50 tahun ke atas. Mereka dibagi menjadi 6 kelompok yang dipilih acak.

Kelompok pertama mengonsumsi 1 gr kayu manis per hari, kelompok kedua mengonsumsi 3 gr, dan kelompok ketiga mengonsumsi 6 gr kayu manis per hari. Kelompok 3, 4, dan 5 mengonsumsi kapsul placebo dengan jumlah yang sama dengan konsumsi kayu manis pada kelompok 1,2, dan 3. Setelah 40 hari, kelompok yang mengonsumsi kayu manis turun kadar gula darahnya sebesar 18-29%, trigliserida 23-30%, kolesterol LDL 7-27%. Sedangkan tidak ditemukan adanya perubahan signifikan pada HDL kolesterol.

Dari hasil penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa mengkonsumsi kayu manis 1, 3, 6 gr per hari bagi penderita diabetes tipe 2 dapat menurunkan kadar gula darah dan resiko komplikasi diabetes yang berhubungan dengan darah tinggi dan jantung. Sedangkan kapsul placebo tidak memiliki efek apapun terhadap kadar gula darah dan total kolesterol maupun LDL kolesterol. Nah kalo sudah begini, kita bisa pertimbangkan dong kayu manis ini sebagai bagian dari rencana diet untuk diabetes kita.

Memang sudah mulai banyak penderita diabetes yang telah mencoba untuk menambahkan setengah sendok teh kayu manis dalam menu makanan sehat mereka, dan ternyata setelah beberapa bulan secara rutin mengkonsumsinya telah terlihat hasil yang menggembirakan. Setelah beberpa bulan dipakai ternyata kadar gula darah mereka turun. Kenapa ya kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah kita? jawaban yang masuk akal ternyata adalah bahwa kayu manis telah diteliti dapat meningkatkan metabolisme glukosa galam tubuh kita.

Hal yang perlu kita ingat bahwa mengkonsumsi kayu manis tidak akan menyembuhkan penyakit gula Anda, kayu manis hanya dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Tentunya, bukan berarti mengonsumsi kayu manis Anda bebas mengonsumsi gula dan karbohidrat. Makanan tetap harus dijaga. Untuk menambahkan kayu manis dalam diet diabetes Anda cobalah ikuti instruksi ini.
  • Selalu konsultasikan pada dokter jika Anda ingin menambahkan ¼-½ sendok teh kayumanis per hari dalam menu diet Anda. Meski ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa kayu manis menurunkan kadar gula darah, tetapi dokter Anda juga wajib tahu tambahan makanan dalam menu diet diabetes Anda.
  • Selalu gunakan takaran yang sama tiap hari untuk menghindari kadar gula yang naik-turun.
  • Gunakan kayu manis bubuk atau batangan. Karena methylhydroxychalcone polymer (MHCP), kandungan utama pada kayu manis yang memiliki efek mirip insulin dan menaikkan kesensitifan insulin, tidak ditemukan pada minyak kayumanis.
Meskipun masih ada banyak perdebatan tentang efek kayu manis, namun tidak ada salahnya untuk menambahkan ¼-½ sendok teh kayu manis. Tidak ada efek samping kecuali Anda alergi kayu manis. Selamat mencoba, semoga kita bisa lebih bisa mengontrol kadar gula darah kita dengan lebih baik. Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang gampang kita dapatkan seperti kayu manis yang bisa kita masukkan kedalam menu makanan untuk diabetes kita.

Perhatikan Pemanis Selain Gula Untuk Diabetes

Makanan diabetes- bagi penderita diabetes, tentunya tau harus menakar jumlah gula yang bisa dimasukkan dalam menu makanannya. Selama ini masyarakat kita beranggapan bahwa makanan untuk diabetes harus jauh dari kata manis. Terlebih bagi mereka yang sekaligus menderita hipertensi dan diabetes maka makanan mereka harus jauh dari yang namanya garam dan gula. Ternyata anggapan seperti itu tidak sepenuhnya benar, karena saat ini sudah banyak dipasarkan produk pemanis selain gula yang bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes tanpa takut kadar gula darahnya meningkat tajam.


Pemanis buatan seperti itu biasanya diukur dengan glikemik index, yaitu suatu index untuk menilai seberapa besar pemanis tersebut meningkatkan kadar gula darah. Ada pemanis buatan yang berindeks glikemik rendah yang rasanya mirip dengan gula, dengan kalori yang sangat rendah bahkan berkalori nol. Pemanis ini karena memiliki indeks glikemik dan berkalori rendah sangat baik ditambahkan pada makanan untuk diabetes sebagai pengganti gula tebu maupun bagi orang-orang yang membatasi gula untuk kesehatan secara umum. Jadi walaupun makanannya menjadi manis tetapi tidak akan meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh dan dengan tingkat kalori yang rendah.

Pemanis seperti diatas bisa berupa pemanis buatan dan pemanis alami sebagai bahan pengganti gula. Di Indonesia, ada 13 pemanis buatan yang diijinkan penggunaannya dalam makanan yakni aspartam, acesufam-K, alitam, neotam, siklamat, sakarin, sukralosa, isomalt, xilitol, maltitol, manitol, sorbitol, dan laktitol. Kita tidak usah memusingkan untuk menghapal nama-namanya, karena saat ini sudah tersedia dalam kemasan yang sudah diatur dan gampang untuk digunakan.

Pemanis buatan yang diijinkan di suatu negara bisa jadi berbeda dengan aturan dan regulasi yang diterapkan di negara lain. Seperti siklamat yang diijinkan penggunaannya di Indonesia ternyata telah di larang oleh Organisasi Obat dan Makanan di Amerika Serikat karena diragukan keamanannya. Meski sudah diijinkan penggunaanya, tetap saja konsumsi pemanis buatan harus dibatasi sebab studi tentang konsumsi pemanis buatan dalam jangka waktu yang lama belum banyak dilakukan. makanya kita mesti tetap juga hati-hati dalam mengkonsumsinya secara berlebihan.

Di supermarket sering kali kita melihat minuman yang berlabel sugar free.  Namun Anda jangan terkecoh oleh label bebas gula tersebut sebab rasa minuman tersebut tetap manis di lidah dan rasa pahit akan mengikuti. Ini memang ciri minuman yang menggunakan pemanis buatan. Pemanis buatan di atas disarankan hanya dikonsumsi bagi penderita diabetes. Sedangkan orang yang tidak memiliki diabetes lebih baik mengonsumsi gula pada umumnya dengan jumlah yang dibatasi.

Jika beberapa pemanis buatan seperti Stevia dan Xilitol telah dibuktikan aman penggunaanya, sirup jagung ternyata disarankan untuk dikurangi. Meski pemanis buatan berkalori rendah, konsumsinya juga harusnya diimbangi dengan pemanis alami yang dinilai lebih aman seperti:
  • Madu
  • Sirup Maple
  • Gula Maple
  • Agave Nektar
Sekali lagi kata kunci untuk menekan kadar gula darah adalah jumlah penggunaan pemanis. Meskipun Anda telah mengganti gula biasa dengan pemanis alami maupun buatan yang memiliki kalori lebih rendah, pengganti gula ini bukan seperti sulap yang akan menurunkan kadar gula Anda. Jumlah penggunaan tetap harus diperhatikan. Selalu lihat label dibelakang kemasan makanan atau minuman untuk memastikan total kalori yang terkandung dalam makanan tersebut. Walaupun diijinkan oleh regulasi di Indonesia namun kita mesti tetap berhati-hati dalam mengkonsumsinya agar tidak kebablasan. Karena efek penggunaan jangka panjang belum banyak diteliti di seluruh dunia. Tetap jaga pola makanan untuk diabetes yang sehat yang selama ini anda terapkan.

Saturday, September 1, 2012

Panduan Memilih Alat Tes Gula Darah Mandiri

Setiap penderita diabetes pasti mengetahui alat tes gula darah mandiri atau glucose meter. Alat ini digunakan sebagai alat untuk memonitor kadar gula di dalam tubuh, hal yang sangat vital bagi penderita diabetes. Karena dapat digunakan sebagai dasar untuk pengobatan dan pemilihan makanan untuk diabetes. Ada berbagai macam alat tes gula darah di pasaran, biasanya tersedia dengan ukuran kecil sekepalan tangan yang dilengkapi dengan strip meletakkan darah dan jarum penusuk. Banyaknya jenis dan pilihan di pasaran membuat kita harus jeli memilih yang sesuai dengan kita.

Hal terpenting dalam memilih alat pngukur kadar gula darah adalah tingkat presisi dan akurasi dari alat tersebut. Tingkat akurasi dan presisi dari sebuah alat glucose meter menentukan kualitas dari alat tersebut. Kualitas alat ini terletak pada seberapa dekat hasil tes dari glucose meter tersebut dengan hasil dari laboratorium yang telah distandarisasi (true value). Kalau anda ingin mengetes alat ukur gula darah anda apakah benar atau salah maka sebaiknya anda membandingkannya dengan hasil pemeriksaan laboratorium. Tidak boleh mambandingkannya dengan alat sejenis. 

Hal lain yang harus diperhatikan ialah presisi dan konsistensi yang merupakan derajat ketelitian alat. Jika dilakukan tes berulang kali, alat selalu menghasilkan nilai gula darah yang hampir sama. Di samping itu, tak kalah penting ialah layanan purna jual karena alat dipakai dalam jangka waktu panjang. Adanya registrasi dari badan pengawas seperti Food and Drug Administration (FDA ) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika akan memperkuat.   


Kalibrasi Alat Pengukur Kadar Gula Darah (glucose Meter)

Glukosa meter pun harus selalu dicek kinerjanya. Pengecekan elektronis dikenal juga sebagai kalibrasi, biasaya terjadi secara otomatis setiap kali menghidupkan alat. Jika terdapat kesalahan, akan muncul kode error di layar.

Kinerja alat dapat pula dicek dengan menggunakan larutan kontrol. Larutan kontrol merupakan larutan yang sudah diketahui nilainya. Sebuah larutan bernilai 100, misalnya, jika dicek menggunakan alat tersebut juga akan menampilkan nilai 100. "Larutan kontrol ini biasaya disediakan dan dapat diperoleh dari produsen alat," ujarnya.

Untuk menjaga keakuratan hasil pemeriksaan glukosa meter, jangan meletakkan alat dekat sumber elektromagnettik, seperti ponsel, televisi, dan speaker yang dapat mempengaruhi pembacaan. Selain itu, tabung penyimpanan strip pengambil sampel darah jangan dibiarkan terbuka. Keluarkan hanya satu strip yang akan dipakai, dan cek kinerja alat secara berkala. Nah dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, sekarang anda dapat memilih alat tes gula darah dengan benar.

Makanan Untuk Diabetes: Buat Diet plan Anda Sendiri

Diet plan atau pengaturan makanan untuk diabetes akan membantu anda dalam mengontrol gula darah anda jika anda secara disiplin menerapkannya. Berikut ini akan dibahas mengenai cara membuat diet plan, rencana menu makanan, variasi makanan dan penghitungan jumlah karbohidrat yang bisa anda terapkan untuk mengontrol diabetes anda.
Diet diabetes dalam dunia kedokteran sering dikenal sebagai terapi nutrisi medis (MNT) untuk diabetes - yang secara harfiah berarti mengkonsumsi berbagai makanan bergizi dalam jumlah yang cukup dan secara disiplin mengatur waktu makan.
Makanan untuk diabetes bukan berarti harus diet ketat. Berbeda dengan diet ketat, diet diabetes atau MNT adalah suatu rencana makan sehat yang alami, kaya nutrisi, rendah lemak dan kalori. Makanan untuk diabetes lebih menekankan pada mengkonsumsi buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Diet seperti ini bukan hanya baik diterapkan bagi ornag yang menderita diabetes, rencana makan seperti ini adalah pola makanan terbaik bagi hampir semua orang.
 
Tujuan Diet Diabetes
Jika Anda menderita diabetes atau pradiabetes, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk berkonsultasi dengan seorang ahli gizi untuk membimbing Anda pada perubahan pola makan yang dapat membantu Anda mengontrol kadar gula darah (glukosa) dan mengelola berat badan Anda.
Saat Anda makan kalori dan lemak secara berlebihan, tubuh Anda merespon dengan menaikkan kadar gula darah yang tidak anda inginkan. Jika kadar gula darah tidak anda kontrol denga n teratur maka akan dapat menimbulkan berbagai masalah serius, seperti keadaan kadar glukosa darah yang sangat tinggi (hiperglikemia) dan komplikasi kronis, seperti kerusakan saraf, ginjal dan jantung.
Membuat perencanaan makanan sehat dan menjaga kebiasaan makan yang baik akan membantu Anda mengelola kadar gula darah tetap dalam kisaran yang aman.
Bagi kebanyakan orang dengan diabetes tipe 2, menurunkan berat badan juga dapat membantu untuk mengontrol gula darah dengan lebih mudah. Penurunan berat badan juga memberikan sejumlah manfaat lainnya. Jika Anda perlu menurunkan berat badan, diet diabetes akan membantu anda  mengorganisir penurunan berat badan dengan aman dan nyaman.

Rincian Makanan Untuk Diabetes (Diet Diabetes)
Anda dapat berkonsultasi dengan  ahli diet untuk membantu anda menyusun makanan untuk menyusun diet berdasarkan tujuan kesehatan, selera dan gaya hidup anda. Seorang ahli gizi juga dapat memberikan informasi berharga tentang bagaimana mengubah kebiasaan makan Anda menjadi lebih baik.
Makanan Yang Direkomendasikan

Dalam terapi nutrisi medis penekanan pada kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas makanan yang anda konsumsi. Hitung kalori pada makanan anda dengan mengkonsumsi makanan-makanan sehat seperti dibawah ini:
  • Karbohidrat yang sehat. Dalam proses pencernaan, gula (karbohidrat sederhana) dan pati (karbohidrat kompleks) akan terurai menjadi glukosa darah. Makanan sehat untuk diabetes lebih menganjurkan untuk lebih memilih mengkonsumsi karbohidrat sehat, seperti yang banyak terdapat pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan (kacang, kacang polong, dan kedelai), dan produk susu rendah lemak.
  • Makanan kaya serat. Serat adalah makanan yang tidak bisa dicerna dan diserap oleh tubuh anda. Serat dapat membantu anda mengurangi risiko penyakit jantung dan membantu mengontrol kadar gula darah. Contoh makanan yang kaya serat antara lain: sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan(kacang tanah, kacang polong, dan lentil), tepung gandum utuh dan dedak gandum.
  • Ikan segar. Anda dapat mengkonsumsi ikan segar tertentu setidaknya dua kali dalam seminggu. Ikan bisa menjadi alternatif yang baik daripada anda mengkonsumsi daging tinggi lemak. Ikan-ikan tertentu seperti ikan cod, tuna dan halibut memiliki kadar lemak jenuh dan kolesterol yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan daging dan unggas. Ikan seperti salmon, mackerel dan ikan haring yang kaya omega-3 dan asam lemak, dapat membantu anda untuk menjaga kesehatan jantung anda dengan menurunkan kadar lemak darah yang disebut trigliserida. Ikan-ikan tertentu juga tidak baik bagi kesehatan anda yang menderita diabetes. Sebaiknya anda menghindari ikan yang digoreng dan ikan dengan kadar merkuri yang tinggi, seperti tilefish, ikan todak dan ikan king mackerel.
  • Lemak Baik. Makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda - seperti alpukat, almond, pecan, walnut, zaitun, kanola, kacang dan minyak zaitun - dapat membantu menurunkan kadar kolesterol Anda. Makan makanan tersebut secukupnya saja karena semua lemak tinggi kalori.
 Itulah berbagai makanan untuk diabetes yang bisa anda konsumsi. Berikutnya akan kita bahas mengenai makanan yang harus anda hindari, dan contoh penerapan menu makanan untuk diabetes.