Menurut sebuah pemberitaan dari surat kabar Le Figaro dikatakan bahwa sekitar limaratus sampai 1000 orang meninggal dunia di Prancis akibat penyalahgunaan obat diabetes sebagai obat penurun berat badan. Data tersebut diambil dai sebuah laporan rahasia asuransi kesehatan Prancis.
Obat yang bernama Mediator tersebut memiliki efek samping berupa munculnya keluhan jantung dan peningkatan tekanan darah. Penyelahgunaan obat ini sebagai obat penurun berat badan tentu sangat membahayakan kesehatan penggunanya. Diketahui juga bahwa selain di Prancis, obat ini juga telah tersebar di Portugal, Siprus dan Luksemburg. Karena berbagai resiko kesehatannya yang berbahaya, maka obat ini sudah ditarik di hampir semua negara.
Pemerintah Prancis dalam pemberitaannya akan mengambil suatu langkah hukum terhadap perusahaan farmasi yang memproduksi obat Mediator ini. Diketahui juga bahwa perusahaan farmasi Servier ini juga pernah memproduksi obat sejenis yang juga menimbulkan komplikasi keluhan jantung. Jadi jangan salah gunakan obat diabetes, dan selalu konsultasikan dengan dokter anda saat anda memulai melakukan pengobatan diabetes.
Penderita diabetes yang memiliki kebiasaan merokok memiliki tingkat bahaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tanpa diabetes. Kita sudah mengetahui bahwa merokok berakibat buruk bagi kesehatan kita walaupun kita tidak menderita diabetes. Nikotin yang terkandung dalam rokok bisa memicu peningkatan gula darah yang tak terkontrol sehingga dapat memicu berbagai komplikasi diabetes.
Berbagai komplikasi buruk dari gula darah yang tak terkontrol pada diabetes diantaranya diabetic ketoacidosis,kaki diabetes, koma diabetikum, dan lain-lain. Kesemua komplikasi tersebut bisa menimbulkan kematian bagi penderita diabetes. Merokok juga akan semakin mempersulit pengobatan diabetes.
Pengaruh paparan nikotin terhadap kenaikan gula darah sudah diteliti melalui percobaan di laboratorium. Kadar nikotin yang semakin meningkat berbanding lurus dengan peningkatan gula darahnya. Semakin tinggi nikotin yang memapar tubuh kita akan semakin memperparah diabetes yang diderita. Komplikasi jangka panjang akibat tidak terkontrolnya diabetes dapat berupa gangguan pada saraf, pembuluh darah, penyakit kardiovaskuler, sakit ginjal dan gangguan mata.
Apapun bentuknya, apakah rokok elektrik, permen karet nikotin maupun rokok biasa tetap akan meningkatkan kadar nikotin di dalam tubuh kita. Menurut seorang profesor dari departemen kimia di California State Polytechnic University bernama Xiao-Chuan Liu mengungkapkan bahwa kecanduan nikotin dan menggantinya dengan produk selain rokok bisa sangat merugikan kesehatan penggunanya. Liu mengungkapkan hasil penelitian ini harus mendorong penderita
diabetes untuk berhenti merokok sepenuhnya dan menyadari bahaya
tersebut. Selain itu penderita diabetes juga harus membatasi penggunaan
produk pengganti nikotin lainnya seperti koyo nikotin. Jadi hal pertama yang harus dilakukan oleh seorang penderita diabetes adalah berhenti merokok dan menghindari produk-produk pengganti yang mengandung nikotin.
Liu juga meneliti hubungan antara kadar nikotin di dalam tubuh dengan kadar HbA1c. HbA1C sendiri merupakan suatu nilai yang mengukur seberapa banyak sel darah merah yang berikatan dengan molekul glukosa. Biasanya HbA1C dipakai sebagai salah satu ukuran untuk menilai keberhasilan terapi diabetes. Nilai normal HbA1C adalah sebesar 7 % atau lebih kecil. Pada penelitiannya, Liu menemukan bahwa paparan nikotin dalam dosis kecil meningkatkan kadar HbA1C sebesar 8,8%. Sedangkan pemberian nikotin dalam dosis yang lebih tinggi selama 2 hari sangat meningkatkan kadar HbA1C, yaitu sebesar 34,5%.
Liu mengimbau agar penelitiannya lebih diketahui dan disadari oleh masyarakat terutama bagi perokok yang menderita diabetes. Semakin sering dan semakin banyak merokok akan semakin meningkatkan kadar HbA1C yang berarti kadar gula darah sangat tinggi dan tidak terkontrol. Kadar gula darah yang tak terkontrol akan meningkatkan resiko terjadinya berbagai komplikasi, karena diabetes merupakan penyakit yang sangat banyak komplikasinya. Komplikasi diabetes dapat menyerang berbagai organ tubuh dan bisa mengancam nyawa penderitanya. Disamping itu, merokok akan meningkatkan resiko
penyakit kardiovaskuler dan merokok bisa meningkatkan risiko tersebut.
Karena itu semua orang baik yang diabetes atau tidak harus berhenti
merokok. Begitu anda mengetahui bahwa diri anda menderita diabetes, maka detik itu juga anda harus benar-benar berhenti merokok. Begitu juga bagi anda yang tidak sebagai penderita diabetes, erhenti merokok akan meningkatkan status kesehatan anda.
Diabetes atau penyakit gula darah merupakan suatu keadaan dimana kadar gula di dalam darah meningkat lebih dari normal yang bisa diakibatkan oleh gangguan pada pankreas atau akibat gangguan pada reseptor insulin pada tingkat sel. Tipe diabetes dibedakan menjadi 2 secara umum yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, disamping itu juga terdapat diabetes gestasional yang akan kita bahas lebih lanjut pada pembahasan berikutnya. Tipe diabetes yang paling umum adalah diabetes tipe 2, berikut kita akan bahas secara lengkap mengenai seluk beluk diabetes tipe 2.
Definisi Diabetes tipe 2 Diabetes tipe 2 adalah penyakit seumur hidup yang
ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Hal ini terjadi ketika tubuh tidak memberikan respon secara benar terhadap rangsangan insulin, yaitu sebuah hormon yang dilepaskan oleh
pankreas. Diabetes tipe 2 adalah bentuk paling umum dan paling banyak jumlahnya di seluruh dunia.
Penyebab Diabetes Tipe 2 Diabetes terjadi karena adanya gangguan dalam memproduksi dan mempergunakan insulin oleh tubuh kita. Insulin
diperlukan untuk memindahkan glukosa (gula darah) ke dalam sel, di mana glukosa ini digunakan oleh tubuh kita untuk sumber energi. Jika glukosa
tidak masuk ke dalam sel, tubuh tidak dapat menggunakannya untuk
energi yang diperlukan untuk melakukan aktivitas kehidupan. Kadar glukosa yang terlalu banyak akan beredar di dalam darah kita menyebabkan berbagai gejala diabetes. Ada beberapa jenis
diabetes yang selama ini dikenal. Artikel ini
akan berfokus pada diabetes Tipe 2, yang biasanya disertai dengan gejala obesitas dan
resistensi insulin. Resistensi insulin berarti insulin yang
diproduksi oleh pankreas tidak bisa masuk ke dalam sel-sel lemak
dan otot untuk menghasilkan energi. Karena sel-sel tidak mendapatkan insulin yang mereka butuhkan,
pankreas terus memproduksi insulin, sehingga jumlahnya berlebihan di dalam tubuh kita. Seiring waktu, maka kadar gula darah pun akan semakin tinggi beredar di dalam darah kita (karena glukosa yang seharusnya dimasukkan ke dalam sel tetap beredar di dalam darah). Keadaan meningkatnya kadar gula di dalam darah disebut dengan hiperglikemia. Banyak orang dengan resistensi
insulin menderita hiperglikemia dan kadar insulin yang tinggi juga. Orang yang kelebihan berat badan
memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya resistensi insulin, karena lemak
mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin. Diabetes tipe 2
biasanya terjadi secara perlahan-lahan. Kebanyakan orang
dengan penyakit kelebihan berat badan atau obesitas secara tidak sengaja juga terdiagnose diabetes tipe 2 saat cek up rutin. Namun, diabetes tipe 2 juga dapat terjadi pada orang yang kurus, terutama pada orang tua. Riwayat keluarga dan genetika memainkan peran besar dalam
terjadinya diabetes tipe 2. Tingkat aktivitas yang rendah, pola makan
yang buruk, dan kelebihan berat badan (terutama di sekitar pinggang)
secara signifikan meningkatkan risiko untuk terjadinya diabetes tipe 2. Faktor Risiko Lain Terjadinya Diabetes Tipe 2
Beberapa faktor risiko lain untuk terjadinya diabetes tipe 2, meliputi:
Ras / etnis
(Afrika-Amerika, Hispanik-Amerika, dan penduduk asli Amerika semua
memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya diabetes)
Usia lebih dari 45 tahun
Sebelumnya teridentifikasi mengalami gangguan toleransi glukosa
Tekanan darah tinggi
HDL kolesterol kurang dari 35 mg / dL atau
tingkat trigliserida lebih besar dari 250 mg / dL
Riwayat menderita diabetes gestational
Gejala Diabetes Tipe 2 Seringkali, orang dengan
diabetes tipe 2 tidak memiliki gejala sama sekali. Tetapi pada kebanyakan kasus diabetes tipe 2 akan menunjukkan gejala, seperti:
Haus yang berlebihan
Sering buang air kecil
Peningkatan nafsu makan
Kelelahan
Pandangan kabur
Sering terjadi infeksi atau terjadi luka yang lambat menyembuh
Disfungsi ereksi
Tes Darah Untuk Mendiagnosa Diabetes Tipe 2 Diabetes tipe 2
didiagnosis dengan melakukan tes darah berikut:
Kadar glukosa darah puasa - diabetes
didiagnosis jika lebih tinggi dari 126 mg / dL pada 2 kesempatan.
Kadar gula darah acak (non-puasa) - diabetes diduga jika kadar gula lebih tinggi dari 200 mg / dL dan
disertai dengan gejala klasik berupa rasa haus yang sering, sering buang air kecil,
dan kelelahan (tes ini harus dikonfirmasi dengan tes glukosa darah
puasa).
Tes toleransi glukosa oral - diabetes didiagnosis jika tingkat
glukosa lebih tinggi dari 200 mg / dL setelah 2 jam pemberian glukosa
Pengobatan Diabetes Tipe 2 Tujuan
pertama pengobatan diabets tipe 2 adalah untuk menghilangkan gejala dan menstabilkan kadar
glukosa di dalam darah. Tujuan berikutnya adalah untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan memperpanjang
hidup Anda. Pengobatan utama untuk diabetes tipe 2
adalah olahraga dan diet.
Pelajari Hal-hal Dibawah ini Jika Anda Menderita Diabetes Anda harus belajar keterampilan manajemen
dasar diabetes. Karena hal ini akan membantu anda mencegah
komplikasi dan akibat buruk dari diabetes. Keterampilan management diabetes yang dimaksud meliputi:
* Bagaimana untuk melakukan tes gula darah dan melakukan pencatatan glukosa darah anda
* Apa yang harus anda makan dan kapan waktu yang tepat * Cara untuk minum
obat, jika diindikasikan * Bagaimana mengenali dan mengobati
kadar gula darah yang terlalu rendah atau terlalu tinggi * Bagaimana menangani saat muncul komplikasi akut diabetes * Membeli persediaan diabetes dan bagaimana menyimpannya Mungkin
diperlukan waktu beberapa bulan untuk mempelajari keterampilan dasar tersebut. Kita harus tetap belajar dan memotivasi diri kita untuk lebih mengenali penyakit diabetes, mengatasi komplikasinya,bagaimana mengontrol diabets dan hidup sehat dengan diabetes. Pengecekan Kadar Gula Darah Secara Mandiri Pengecekan kadar gula darah secara mandiri dan rutin akan membantu anda untuk mengetahui seberapa baik management diabetes (kombinasi dari diet,
olahraga, dan pengobatan) anda bekerja. Tes gula darah mandiri biasanya dilakukan sebelum makan
dan sebelum tidur. Pengecekan bisa dilakukan lebih sering jika anda dalam kondisi sakit atau kadar gula darah anda dibawah nilai normal. Suatu alat sederhana yang disebut glucometer dapat memberikan data mengenai kadar
gula darah yang tepat. Ada berbagai jenis alat yang beredar di pasaran, anda bisa membaca panduan memilih alat pengukur kadar gula darah mandiri pada artikel lain di blog ini. Biasanya, Anda cukup menusuk ujung jari anda dengan jarum
kecil yang disebut lanset, kemudian jari tersebut dipencet sehingga didapatkan setetes kecil darah. Darah tersebut anda tempatkan pada strip tes yang telah dimasukkan ke dalam alat glucometer. Berikutnya akan kami tunjukkan video mengenai cara mengukur kadar gula darah secara mandiri. Hasil akan muncul dalam hitungan waktu 30 sampai 45 detik.
Sebaiknya anda belajar kepada dokter anda terlebih dahulu mengenai cara untuk melakukan tes ini, dan cara menanggapi hasil tes gula darah ini. Apa yang anda harus lakukan jika kadar gula darah anda berlebihan, dan apa yang harus anda lakukan segera saat kadar gula darah anda sangat rendah. Hasil
tes dapat digunakan untuk mengatur makanan, aktivitas, atau obat-obatan
untuk menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Tes ini juga berguna bagi anda dan dokter anda untuk mengidentifikasi kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu
rendah sebelum masalah serius berkembang. Catatlah kadar gula darah anda dalam suatu buku khusus, sehingga anda dapat merencanakan cara terbaik untuk mengontrol
diabetes Anda. DIET
DAN PENGENDALIAN BERAT BADAN UNTUK MENGONTROL DIABETES Perencanaan makan yang dimaksud disini meliputi cara memilih makanan
yang sehat, makan dalam jumlah yang tepat, dan makan
makanan pada waktu yang tepat. Anda harus bekerja sama dengan
penyedia layanan kesehatan anda untuk mengetahui berapa banyak lemak,
protein, dan karbohidrat yang anda butuhkan dalam makanan anda. Rencana diet diabetes anda ini harus anda sesuaikan juga dengan
kebiasaan makanan dan selera makan anda. Menjaga berat badan ideal dan makan makanan yang seimbang adalah hal yang sangat
penting bagi penderita diabetes tipe 2. Beberapa orang dengan diabetes tipe 2 dapat bebas dari pengobatan setelah melakukan penurunan berat badan yang terukur, meskipun
diabetes masih ada. Konsultasikan pada dokter anda seberapa banyak makanan dan bagaimana pengaturannya pada dokter anda. Anda juga perlu berkonsultasi mengenai rencana penurunan berat badan anda pada dokter anda. Melakukan Latihan Fisik Secara Rutin Olahraga teratur merupakan hal penting bagi semua orang, terutama jika anda menderita
diabetes. Olahraga teratur membantu mengontrol jumlah
glukosa dalam darah. Hal ini juga membantu
membakar kelebihan kalori dan lemak sehingga anda dapat mengelola berat
badan Anda. Latihan meningkatkan
kesehatan secara keseluruhan dengan meningkatkan aliran darah dan
menjaga tekanan darah tetap normal. Olahraga rutin juga dapat mengurangi resistensi insulin bahkan tanpa
harus menurunkan berat badan. Latihan juga meningkatkan energi tubuh, menurunkan
ketegangan, dan meningkatkan kemampuan anda untuk menangani stres. Hal-hal yang harus dipertimbangkan ketika memulai latihan
rutin:
Konsultasikan dengan dokter anda sebelum memulai program olahraga.
Pilih aktivitas fisik yang menyenangkan yang
sesuai untuk tingkat kebugaran anda.
Latihan setiap
hari, dan pada waktu yang sama harinya, jika memungkinkan.
Monitor kadar glukosa darah sebelum dan sesudah
latihan.
Bawalah makanan yang mengandung karbohidrat sehingga anda dapat melakukan penanganan yang cepat jika mengalami hipoglikemia selama atau
setelah latihan
Minum cairan
tambahan yang tidak mengandung gula sebelum, selama, dan setelah
berolahraga.
Perubahan dalam
intensitas atau durasi latihan mungkin memerlukan modifikasi diet atau
obat-obatan untuk menjaga kadar glukosa darah dalam kisaran normal.
PENGOBATAN DIABETES TIPE 2 Ketika diet dan olahraga
tidak mampu menjaga kadar glukosa darah anda menjadi normal atau mendekati normal,
dokter akan mulai melakukan pemberian obat-obatan. Beberapa jenis obat yang paling umum
diberikan oleh dokter anda, adalah obata-obatan seperti dibawah ini:
Sulfonilurea (seperti
glimepiride, glyburide, dan tolazamide) memicu pankreas untuk membuat
insulin lebih banyak.
Biguanides (Metformin)
memicu hati untuk mengurangi produksi glukosa, yang meningkatkan
kadar glukosa dalam aliran darah.
Alpha-glucosidase inhibitor (seperti acarbose) menurunkan penyerapan karbohidrat dari
saluran pencernaan, sehingga menurunkan kadar glukose setelah makan.
Thiazolidinediones (seperti rosiglitazone) yang berfungsi untuk meningkatkan sensitivitas sel
(responsiveness) terhadap insulin.
Meglitinides (termasuk repaglinide dan Nateglinide) memicu
pankreas untuk membuat insulin lebih banyak disesuaikan dengan kadar
glukosa dalam darah.
Jika dengan melakukan perubahan gaya hidup
dan pemberian obat-obatan seperti diatas tidak membantu anda dalam mengendalikan kadar gula anda, maka dokter akan mulai mempertimbangkan untuk meresepkan
insulin. Insulin juga dapat diberikan
jika anda memiliki reaksi buruk terhadap obat-obatan lainnya. Insulin harus disuntikkan di bawah kulit
menggunakan jarum suntik khusus dan tidak dapat diberikan lewat mulut (tablet). Ada beberapa jenis insulin yang sering diresepkan oleh dokter anda. Ada beberapa tipe insulin, biasanya dibedakan berdasarkan seberapa cepat
mereka mulai bekerja dan berapa lama mereka bekerja. Dokter anda akan menentukan jenis insulin yang tepat sesuai dengan kondisi anda dan
akan memberitahu waktu yang tepat untuk menggunakannya. Lebih dari satu jenis insulin dapat
dicampur dalam suntikan untuk mencapai kontrol glukosa
darah terbaik. Biasanya suntikan dibutuhkan satu sampai empat kali
sehari. Dokter atau pendidik diabetes
akan menunjukkan kepada Anda bagaimana melakukan
suntikan tersebut. Berikut adalah video contoh melakukan penyuntikan insulin.
Perawatan Kaki Pada Penderita Diabetes Tipe 2 Orang dengan
diabetes rentan terhadap masalah kaki. Diabetes dapat
menyebabkan kerusakan saraf dan pembuluh darah anda, sehingga kulit kaki anda menjadi tidak sensitif terhadap rangsangan nyeri. Anda mungkin tidak menyadari kalau kaki anda terluka, sampai luka membesar atau muncul gejala infeksi. Diabetes juga dapat merusak pembuluh
darah, yang membuat tubuh lebih sulit untuk melawan infeksi. Untuk
mencegah cedera pada kaki, orang dengan diabetes harus membiasakan diri untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan kaki sebagai berikut:
* Periksa kaki Anda setiap hari, periksa ke dokter jika terjadi luka atau muncul tanda-tanda infeksi. * Cuci kaki setiap hari dengan air hangat dan sabun kemudian keringkan seluruhnya. * Oleskan pelembab kulit atau body lotion. * Lindungi kaki pakai sepatu dan alas kaki yang pas * Latihan pada kaki untuk meningkatkan sirkulasi darah padakaki * Hubungi dokter bedah anda jika ada benjolan atau kapalan pada kaki anda * Berhenti merokok
karena memperburuk aliran darah ke kaki. Kapan Kontrol Ke Dokter Ahli Diabetes? Seseorang dengan diabetes tipe 2 harus
memiliki jadwal kunjungan yang rutin pada dokter penyakit dalam atau ahli endokrin setidaknya setiap 3 bulan. Biasanya dokter anda akan melakukan beberapa pemeriksaan, yang
meliputi pemeriksaan:
Hemoglobin
glikosilasi (HbA1c) adalah rata-rata kadar gula darah anda dalam 3 bulan. Tes ini mengukur seberapa banyak glukosa
telah menempel ke sel-sel darah merah dan sel-sel lainnya. Kadar HbA1c yang tinggi merupakan indikator untuk terjadinya risiko
komplikasi jangka panjang yang lebih tinggi. Saat ini, ADA merekomendasikan HbA1c kurang dari 7%
untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Pemeriksaan tekanan darah
Pemeriksaan kaki dan kulit
Pemeriksaan mata
Pemeriksaan Neurologis
Evaluasi
berikut harus dilakukan setidaknya setahun sekali:
* microalbumin acak (tes kadar protein urine) * BUN dan serum kreatinin * Serum kolesterol,
HDL, dan trigliserida * EKG * Retina dilated test Prognosis Diabetes Tipe 2 Risiko komplikasi diabetes jangka panjang dapat
dikurangi jika anda dapat mengontrol glukosa darah
dan tekanan darah dengan baik. Anda dapat mengurangi risiko kematian, stroke, gagal
jantung, dan komplikasi lainnya dengan mengendalikan kedua hal tersebut. Pengurangan kadar
HbA1c sebanyak 1% saja dapat menurunkan risiko komplikasi sebesar 25%.
Komplikasi Diabetes Tipe 2 Komplikasi diabetes dapat dibedakan menjadi 2, yaitu komplikasi yang memerlukan penangan segera dan komplikasi yang muncul secara perlahan-lahan.
Komplikasi
yang memerlukan penangan darurat meliputi syok hipoglikemia dan koma diabetes.Komplikasi jangka panjang termasuk:
* Diabetes retinopati
(penyakit mata) * Diabetes nefropati (penyakit ginjal) * Diabetes neuropati
(kerusakan saraf) * Peripheral vascular
disease (kerusakan pembuluh darah / sirkulasi) * Kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi,
atherosclerosis, dan penyakit arteri koroner Kapan anda harus segera datang ke UGD?Segera bawa diri anda ke UGD atau ke dokter anda jika Anda mengalami: * Gemetar * Kelemahan * Mengantuk *
Sakit kepala * Kebingungan * Pusing * Pandangan dobel
*
Kurangnya koordinasi Gejala-gejala ini dapat dengan
cepat berkembang menjadi kondisi darurat (seperti kejang-kejang,
pingsan, atau koma hipoglikemik).
Pencegahan Diabetes Tipe 2 Setiap orang yang berumur lebih dari 45 tahun harus rutin melakukan pemeriksaan glukosa darah setidaknya setiap 3 tahun. Pengujian rutin
glukosa darah acak harus dimulai pada usia muda dan dilakukan lebih
sering jika anda memiliki risiko untuk terjadinya diabetes. Menjaga berat badan yang ideal dan menjaga gaya hidup yang aktif akan membantu anda mencegah timbulnya
diabetes tipe 2.
Diabetes pada kehamilan memiliki potensi untuk melahirkan bayi yang lebih gemuk dari biasanya. Anak-anak yang terlahor dari ibu yang mengidap diabetes gestasional juga cenderung akan memiliki berat badan yang lebih besar dan lebih gemuk dibandingkan dengan teman seumuran mereka. Hal ini diungkapkan oleh Dr Teresa A. Hiller dalam penelitiannya baru-baru ini. Dia meneliti pada hampir 10.000 subyek pasangan ibu dan anak yang tercatat menderita diabetes gestasional. Penelitian ini mengambil sampel di Kaiser Permanente Hawai selama kurun waktu 1995 sampai tahun 2000.
Anak-anak dari ibu yang menderita diabetes gestasional atau diabetes pada masa kehamilan diikuti sampai umur 5 sampai 7 tahun dan diukur berat badannya dibandingkan dengan berat badan rata-rata teman sebayanya. Kemudian data ini dicocokkan dengan kadar gula darah ibu mereka saat diperiksa pada saat kehamilan. Hasil penelitian Dr Teresa A Hiller ini telah diterbitkan pada jurnal medis Diabetes Care.
Jadi secara khusus disimpulkan bahwa seorang anak yang dilahirkan oleh seorang ibu yang saat hamil memiliki kadar gula darah berlebihan memiliki risiko 28% lebih besar untuk menjadi gemuk. Jadi perbedaannya cukup besar dibandingkan mereka yang lahir dari ibu yang dengan kadar gula darah saat kehamilan yang normal.
Menurut tim Hillier, kecenderungan itu tetap tinggi walaupun penelitian telah selesai, dimana terjadi peningkatan berat tubuh ibu, usia ibu, jumlah kehamilan,
etnik, dan berat tubuh bayi saat dilahirkan. Namun, analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa resiko kegemukan
tak meningkat tajam di kalangan anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang
menjalani perawatan diabetes saat hamil.
“Hasil kami menunjukkan bahwa ‘jejak motabolis’ anak untuk mengalami
kegemukan pada masa depan terlihat dengan satu, atau lebih, kondisi
tidak normal dalam pemeriksaan toleransi gula darah,” demikian
kesimpulan Hillier dan rekannya. “Resiko tersebut dapat berubah dengan memberikan terapi saat didiagnose mengalami diabetes saat hamil.” Jadi bagi para ibu-ibu yang sedang hamil sebaiknya kita memeriksakan diri khususnya pemeriksaan kadar gula darah agar bisa kita kurangi risiko melahirkan bayi yang berpotensi menjadi obesitas. Pemberian pengobatan dini pada kasus diabetes pada kehamilan atau diabetes gestasional terbukti menurunkan angka melahirkan bayi dengan berat badan berlebihan.