Showing posts with label diabetes pada kehamilan. Show all posts
Showing posts with label diabetes pada kehamilan. Show all posts

Tuesday, September 11, 2012

Penderita Diabetes Gestasional (Diabetes Pada Masa Kehamilan) Cenderung Lahirkan Bayi Gemuk

Diabetes pada kehamilan memiliki potensi untuk melahirkan bayi yang lebih gemuk dari biasanya. Anak-anak yang terlahor dari ibu yang mengidap diabetes gestasional juga cenderung akan memiliki berat badan yang lebih besar dan lebih gemuk dibandingkan dengan teman seumuran mereka. Hal ini diungkapkan oleh Dr Teresa A. Hiller dalam penelitiannya baru-baru ini. Dia meneliti pada hampir 10.000 subyek pasangan ibu dan anak yang tercatat menderita diabetes gestasional. Penelitian ini mengambil sampel di Kaiser Permanente Hawai selama kurun waktu 1995 sampai tahun 2000.


Anak-anak dari ibu yang menderita diabetes gestasional atau diabetes pada masa kehamilan diikuti sampai umur 5 sampai 7 tahun dan diukur berat badannya dibandingkan dengan berat badan rata-rata teman sebayanya. Kemudian data ini dicocokkan dengan kadar gula darah ibu mereka saat diperiksa pada saat kehamilan. Hasil penelitian Dr Teresa A Hiller ini telah diterbitkan pada jurnal medis Diabetes Care.

Jadi secara khusus disimpulkan bahwa seorang anak yang dilahirkan oleh seorang ibu yang saat hamil memiliki kadar gula darah berlebihan memiliki risiko 28% lebih besar untuk menjadi gemuk. Jadi perbedaannya cukup besar dibandingkan mereka yang lahir dari ibu yang dengan kadar gula darah saat kehamilan yang normal. 

Menurut tim Hillier, kecenderungan itu tetap tinggi walaupun penelitian telah selesai, dimana terjadi peningkatan berat tubuh ibu, usia ibu, jumlah kehamilan, etnik, dan berat tubuh bayi saat dilahirkan. Namun, analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa resiko kegemukan tak meningkat tajam di kalangan anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang menjalani perawatan diabetes saat hamil.

“Hasil kami menunjukkan bahwa ‘jejak motabolis’ anak untuk mengalami kegemukan pada masa depan terlihat dengan satu, atau lebih, kondisi tidak normal dalam pemeriksaan toleransi gula darah,” demikian kesimpulan Hillier dan rekannya. “Resiko tersebut dapat berubah dengan memberikan terapi saat didiagnose mengalami diabetes saat hamil.” Jadi bagi para ibu-ibu yang sedang hamil sebaiknya kita memeriksakan diri khususnya pemeriksaan kadar gula darah agar bisa kita kurangi risiko melahirkan bayi yang berpotensi menjadi obesitas. Pemberian pengobatan dini pada kasus diabetes pada kehamilan atau diabetes gestasional terbukti menurunkan angka melahirkan bayi dengan berat badan berlebihan.

Sunday, September 9, 2012

Tipe Diabetes: Mengenal Diabetes Gestasional atau Diabetes Pada Kehamilan

Diabetes Gestasional atau diabetes pada kehamilan mungkin belum banyak orang yang mengetahuinya. Selama ini kita haya mengetahui 2 tipe diabetes yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Ternyata ada tipe diabetes ketiga yang lebih sering diberi nama diabetes gestasional. Diabetes gestasional merupakan diabetes yang diabetes yang diderita oleh seseorang selama masa kehamilan. Setelah melahirkan diabetes biasanya akan menghilang atau tetap bertahan. Diabetes ini bisa ditunjukkan dengan adanya gejala umum diabetes dan kadar glukosa yang tinggi dalam darah selama masa kehamilan. Berdasarkan penelitian,diabetes gestasional hanya menyerang sekitar 4% dari para wanita hamil di seluruh dunia. Diabetes pada kehamilan perlu kita waspadai karena salain berpengaruh pada sang ibu, juga akan mempengaruhi perkembangan janin dalam kandungan.

Penyebab Diabetes Gestasional

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari diabetes pada kehamilan ini. Para peneliti belum tahu persis mengapa beberapa wanita mengalami diabetes gestasional. Untuk memahami bagaimana diabetes gestasional terjadi, Anda perlu memahami bagaimana kehamilan mempengaruhi kadar glukosa dalam tubuh Anda.

Salah satu faktor yang diyakini sebagai pemicu diabetes gestasional adalah adanya hormon yang dilepaskan oleh plasenta untuk pertumbuhan janin. Hormon tersebut diduga menghalangi kerja dari insulin di dalam sel-sel tubuh wanita hamil. Hal ini menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Artinya, sel-sel dalam tubuh wanita hamil mengalami kesulitan untuk menggunakan insulin sehingga kadar gula dalam darah akan meningkat dan mempengaruhi produksi dari energi di dalam tubuh. Jadi proses tersebut bisa menyebabkan diabetes gestasional, disamping faktor lain yang belum kita ketahui.

Gejala Diabetes Pada Kehamilan

Gejala diabetes gestasional hampir mirip dengan gejala diabetes pada umumnya, yang membedakan hanya faktor kehamilan itu sendiri. Dalam kebanyakan kasus, diabetes gestational umumnya tidak menimbulkan gejala khas sehingga gejala yang muncul seringkali diabaikan.Tapi ada beberapa gejala yang mungkin bisa diperhatikan meliputi:
  • Banyak kencing (poliuria).
  • Banyak minum (polidipsia).
  • Banyak makan (polifagia).
  • Keluhan yang sering dihubungkan dengan  diabetes: sering bisulan, gatal-gatal di kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk, dan kesemutan.
Jika beberapa gejala di atas dialami, penting untuk melakukan pemeriksaan dan tes darah secara rutin selama kehamilan. Tes darah yang dilakukan bisa membantu mendeteksi diabetes gestasional dan membantu Anda menghindari komplikasi yang diakibatkannya baik bagi Anda maupun janin Anda. Periksakanlah diri anda ke dokter jika anda mengalami gejala-gejala seperti diatas, dengan hanya melakukan tes darah sederhana anda dapat mendiagnosis diabetes sehingga pengobatan diabetes dapat dilakukan sedini mungkin.

Mengobati Diabetes Gestasional

Mengobati diabetes merupakan suatu tantangan. Selama ini diabetes diterapi secara bertahap, mulai dari mengubah pola hidup dan latihan fisik sampai menggunakan obat oral dan insulin. Ibu hamil dapat mengontrol diabetes gestasional dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga atau jika perlu, menggunakan obat. Merawat diri Anda selama proses kehamilan dapat menjadi awal yang sehat untuk bayi Anda. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan bagi Anda, penderita diabetes gestasional.
  1. Konsumsi Makanan Berserat
    Lebih banyak mengonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan segar dan sayur-sayuran yang mengandung banyak serat diimbangi dengan asupan air putih yang cukup. Batasi makanan yang berlemak dan biasakan untuk makan dalam porsi yang tidak terlalu besar.
  2. Berolahraga
    Olahraga secara rutin dapat membantu tubuh membakar lebih banyak glukosa tanpa tambahan insulin.
  3. Kontrol Berat Badan
    Resiko diabetes gestasional akan meningkat jika berat badan 20% lebih besar dari berat badan ideal. Para ilmuwan dari National Institutes of Health and Harvard University menemukan bahwa wanita yang sebelum hamil mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan lemak hewani dan kolesterol memiliki resiko lebih tinggi terhadap diabetes gestasional dibandingkan dengan wanita hamil yang sebelumnya melakukan diet rendah lemak hewani dan kolesterol.
  4. Pemeriksaan
    Screening dilakukan pada usia kehamilan antara minggu ke-24 dan ke-28.
Pada diabetes pada kehamilan, gula darah akan kembali normal segera setelah melahirkan. Namun, patut diingat bahwa jika Anda telah menderita diabetes gestasional, Anda beresiko memiliki diabetes tipe 2 di masa mendatang sehingga ada baiknya untuk memonitor dan mengelola kadar gula darah Anda secara berkala. Diabetes Gestasional memang mengkhawatirkan dan perlu ditanggapi dengan serius, tetapi bersama dengan dokter Anda dan ahli diet, Anda dapat mengontrol gula darah Anda dan memiliki kehamilan yang sehat. Tipe diabetes gestasional perlu penanganan yang multidisiplin, biasanya dokter anda akan menyarankan untuk juga memeriksakan diri ke ahli endokrin, nutrisionist dan tentu saja dokter kandungan anda. Kenali tipe diabetes gestasional terutama bagi anda yang sedang hamil.